Sekilas Kenangan Untuk Amanah : Selamat Jalan Sahabat

by - 10:26:00 PM


Hari ini, Sabtu 16 September rasa duka mendalam menyelimuti kami alumni BSA angkatan 2009. Salah satu teman, sahabat dan saudara kami, Amanah telah berpulang di usianya yang masih muda, 27 tahun karena sakit. Innalilahi wainna Ilaihi Rojiun.


Kami alumni BSA sangat terpukul dengan kabar duka tersebut, rasa kehilangan yang sangat hingga air mata yang menetes tak bisa dibendung oleh sebagian orang yang memiliki banyak kisah susah dan senang bersama almarhumah.


Sosok Amanah sangat luar biasa, kalem, tenang dan bisa berteman dengan siapa saja. Kesedihan menyelimuti kami. Selamat jalan teman, sahabat dan keluarga kami, semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Dari kami, untuk kamu Amanah.


Mohammad Gufron Salim


Presentasi pertamakalinya sebuah mata kuliah di kampus tentu sangat berkesan, dan orang pertama yang saya ingat adalah Amanah. Wanita berhijab dari Blitar tersebut tidak hanya sekali menjadi teman presentasi, bahkan berkali-kali kita dipertemukan dalam satu kelompok. Selain faktor dosen, urutan absensi kita yang berdekatan membuat dosen mudah menentukan urutan kelompok presentasi sesuai susunan absensi.


Seiring waktu, pertemanan terikat dalam tali persaudaraan. Bahkan, saya sudah menganggapnya sebagai sahabat yang selalu dan akan selalu terkenang. Roda terus berputar, dan Jogja mempertemukan kita kembali.


Amanah kuliah S2 di UGM, dan saya bekerja di sebuah media online. Interaksi semakin lancar, bahkan di sela hari libur kita dan teman yang lain menyempatkan diri untuk jalan-jalan bareng ke hutan pinus dan kebun buah mangunan.


Kami sering bertukar cerita, dari yang serius hingga yang lucu-lucu meski tak ada faedahnya. Namun, itulah Amanah yang tak sulit untuk sekadar tersenyum hingga tertawa di sela padatnya tugas dan matakuliah S2.


Urusan cinta, nostalgia masa kuliah hingga rencana masa depan dia tak sungkan ceritakan, namun betapa shocknya kala mendengar dia telah tiada karena sebuah penyakit dalam. Saya setengah tak percaya, sesak di dada dan kenangan bersama Amanah muncul seketika.


Am, saya tahu kamu adalah orang yang kuat, tabah, nrimo dan penyabar. Masih ingat kan saat kita kondangan ke Tulungagung? Kita jalan kaki di bawah terik siang dan kamu menggunakan sepatu ber-hak tinggi. Saya saat itu menertawakanmu, karena banyak genangan air dari selokan yang menyulitkanmu berjalan. Malam itu juga, demi mengirit biaya kita memilih untuk menggunakan bis malam, sabar menikmati angkringan di Terminal Giwangan saat larut malam.


Kita pernah menjadi aktivis kondangan lho. Dan kamu nikah duluan, dan beribu maaf saya berhalangan hadir karena harus memikul beban kerja di negeri jiran kala itu. Saya tak tahu cerita mana lagi yang musti ditulis, terlalu banya, ya, terlalu banyak, bahkan rasa tak percaya kalau kamu telah pergi selamanya.


Am, lain hari ingin saya teruskan menulis cerita tentang sosokmu bersama teman BSA lainnya.

You May Also Like

0 komentar